Antara Assassin, Templar, dan Dunia Masa Ini
11:57 AM
Aku suka ngeliatin temen main game Assassin's Creed. Tapi
berhubung aku selalu pening ketika main sendiri, maka aku putuskan untuk baca
novelnya.
Assassin's Creed versi novel ditulis sama Papa Bowden
yang juga suka mainin AC. Aku suka tulisannya. Feel-nya dapet. Novel AC yang pertama aku baca yang Brotherhood,
dilanjutin Black Flag (tapi belum selesai sampe sekarang, ngga punya bukunya),
dan Unity. Nah, Unity adalah novel AC yang baru diterjemahin dan rilis di Indonesia
bulan Januari lalu. Aku ikutan pre order, dapet bonus gelang deh :D (abaikan)
Di Unity, tujuan Assassin dan Templar itu sama, yaitu
membuat dunia yang lebih 'adem ayem'. Tapi mereka punya cara masing-masing
untuk ngeraihnya. Sayangnya, cara mereka bertolak belakang (banget). Nah di sini,
ada seorang mama, istri dari petinggi Templar, yang pengen suapaya Assassin dan
Templar bersatu, toh, tujuannya sama. Sayang dia ninggal duluan karena sakit.
Tapi, dia bukan orang pertama yang mikirin gagasan itu. Ada pendahulunya, dan
si pendahulunya juga dari Ksatria Templar.
Ujung-ujungnya, orang yang punya pemikiran kayak gitu
pada di bunuh. Aku ngga tau kenapa. Padahal, kalo dunia mereka bersatu, the world could be a better place kan?
Nah itu deh. Ujung-ujungnya aku mikirin penjumlahan
matematika.
4+5=9
3+6=9
Hasilnya sama kan? Meski angka awalnya beda. Tapi aku
mikir hal lain lagi, kayak agama. Agama di bumi kan banyak tuh, tapi meskipun
beda adat ibadahnya, beda kitabnya, tapi semua agama bawa orang menuju
kebaikan, kan? Kenapa ngga bisa nyatu? Padahal, orang baik menurut aku ngga
selalu harus dari agama tertentu, soalnya banyak orang yang agamanya beda tapi
baik banget. Dan sering juga, agama yang dianggap paling baik malah ngehasilin
orang jahat. Tapi menurutku, sekali lagi, orang baik itu ga ditentuin dari
agama mereka. Baik asalnya dari hati. Hasrat untuk berbuat baik.
Tapi kenapa sih masih banyak kekacauan di mana-mana
karena masalah agama? Aku ngga ngerti.